Artikel

SURAT EDARAN KEPALA DINAS TERKAIT ANTISIPASI COVID-19

Sehubungan dengan merebaknya virus Corona ( Corona Virus Disease /Covid-19) di seluruh tempat dan adanya edaran baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi maka untuk mencegah penyebaran virus tersebut diberlakukan pencegahan awal dengan kebijakan-kebijakan untuk Satuan Pendidikan di lingkungan Kota Salatiga melalui diterbitkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Nomor 420/1399/401 tentang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Satuan Pendidikan Kota Salatiga.

Utamanya adalah untuk peserta didik di semua jenjang melaksanakan pembelajaran mandiri di rumah selama 14 hari terhitung mulai hari Senin tanggal 16 Maret 2020 sampai 29 Maret 2020. Tetapi untuk Pendidik dan tenaga kependidikan hadir seperti biasa dan melakukan pencegahan dan menjaga kewaspadaan penyebaran virus di masing-masing Satuan Pendidikan.

Walaupun peserta didik diliburkan dari pembelajaran formal tetapi tetap orangtua dan wali murid memperhatikan informasi dan anjuran anjuran yang kami kutip dari sumber lain sebagai berikut :

Anak2 senang libur sekolah 14 hari, sayangnya banyak orang tidak memahami.
Mengapa 14 hari dan untuk apa, maklum himbauan itu tanpa disertai penjelasan yg memadai.
14 hari itu sangat penting dan harus disertai tindakan kepatuhan.
14 hari itu mampu menghentikan laju penularan Covid-19.
14 hari itu mampu menyelamatkan ribuan orang.
Mengapa?
Penjelasannya demikian,
-Ketika seseorang kontak dgn apapun yg bisa menginfeksinya dgn Covid-19, maka harus ditunggu 14 hari minimal, jika tidak terjadi apa2, maka orang itu aman.
-Libur 14 hari untuk memotong rantai penularan, ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing2 selama 14 hari itu, kenapa?
Contoh, seorang anak mulai libur tgl 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pd hari ke-15. Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan2, mengunjungi kumpulan orang, atau ketempat saudara, ke mall dll, seandainya dia jalan2 di hari ke 10 dan terlular Covid-19 di tempat yg ia kunjungi, mungkin pada hari ke 14/15 belum ada tanda2 dia sakit, tetapi dia sudah membawa Covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkan, andai dia masuk sekolah pada hari ke 15 dst. Maka 14 hari libur sekolahnya itu, tidak ada gunanya, penularan terjadi juga di sekolah, efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.
Untuk itu, semua orang harus bekerjasama, semua warga Indonesia harus membantu, warga harus kompak, yaitu patuh untuk tidak kemana-mana dalam 14 hari itu kecuali untuk hal yang sangat perlu.
Waktu 14 hari itu, berguna untuk saling pantau, jika ada orang yg menunjukkan gejala2 menderita serangan Covid-19, bisa segera ditangani dan penularan stop hanya pada dia, karena dia tidak kontak dgn orang lain dalam 14 hari itu.
Jadi, mari kita mengisolasi diri, untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin pula dalam skala besar untuk umat manusia

Mohon jelaskan kpd orang2 lain, supaya semua patuh dan pemerintah terbantu untuk stop penularan Covid-19, jika tidak, maka 14 hari libur itu percuma, 14 tahun pun tak bisa stop penularan

SE KADINAS PENDIDIKAN TTG KESIAPSIAGAAN PENCEGAHAN COVID 19 TGL 15 MARET 2020.pdf

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close